INHU  

Rutan Kelas I Pekanbaru Gelar Razia Rutin, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif

Riau-99news.id -Pekanbaru – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan hunian, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru kembali melaksanakan razia rutin. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Pekanbaru, Boni Hasiholan, didampingi jajaran staf KPR serta regu pengamanan yang bertugas. Kamis 23 Oktober 2025

Razia dilakukan secara menyeluruh dan terukur dengan menyisir setiap blok hunian dan kamar warga binaan, guna memastikan tidak ada barang terlarang seperti handphone, senjata tajam, atau benda lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam Rutan.

Baca Juga  Melalui Daring, Wakil Bupati Junaidi Ikuti Peringatan HARKODIA 2024 Bersama KPK

Kepala KPR Rutan Pekanbaru, Boni Hasiholan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dan bentuk komitmen pihaknya untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan tertib.

“Razia rutin ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga situasi Rutan tetap kondusif. Selain memastikan tidak adanya barang terlarang, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kedisiplinan serta rasa tanggung jawab petugas dan warga binaan,” ujar Boni.

Baca Juga  Bertahun-tahun Jamini Kades Sibabat diduga fiktifkan biaya transparansi

Ia menambahkan, pelaksanaan razia berjalan dengan tertib, humanis, dan tanpa menimbulkan gesekan antara petugas dan warga binaan. Semua kegiatan dilakukan sesuai prosedur serta mengedepankan pendekatan persuasif, agar semangat pembinaan dan kebersamaan di dalam Rutan tetap terjaga.

Baca Juga  Laka Lantas Adu Kambing, Antara Truk Hino Modifikasi dengan Carry Jenis Pick Up di Jalintim Ukui Pelalawan

Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan pembinaan yang bersih, aman, dan kondusif, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara petugas pengamanan dan warga binaan.

“Kami berharap dengan kegiatan seperti ini, Rutan Pekanbaru dapat terus menjadi tempat pembinaan yang positif, bebas dari gangguan keamanan, serta mendukung proses reintegrasi sosial bagi warga binaan,” tutup Boni Hasiholan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *