INHU  

Ketua PW IWO Riau: Maraknya Kemunculan Harimau Pertanda Habitatnya Terganggu

Riau-99news.id Pekanbaru – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyoroti maraknya kemunculan hewan buas seperti harimau di wilayah-wilayah permukiman di Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Ia menilai fenomena ini merupakan sinyal jelas bahwa habitat alami satwa dilindungi tersebut mengalami gangguan serius.

Dalam keterangannya kepada media, Muridi menyampaikan keprihatinannya atas kejadian-kejadian terbaru yang memperlihatkan makin seringnya harimau masuk ke area kebun dan desa yang dihuni warga.

Baca Juga  LSM Bara Api Mendesak Kapolres Inhu Segera Menindak Tegas PETI di Aliran Sungai Indragiri, Jangan Ada Pembiaran

“Kondisi ini bukan hal biasa dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah, aparat lingkungan hidup, hingga pelaku industri yang beroperasi di sekitar hutan. Kemunculan harimau di tengah warga bukan tanpa sebab, ini pertanda habitat mereka rusak atau makin sempit,” ujar Muridi.

Baca Juga  Di Momen Pelantikan Pengurus: BEM ITB Indragiri dorong langkah Ketahanan Pangan di Indragiri Hulu berupa Seminar dan Bantuan ke Petani Lokal

Ia menambahkan bahwa perambahan hutan, pembukaan lahan skala besar untuk perkebunan, serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan menjadi penyebab utama konflik antara manusia dan satwa liar.

Muridi juga menyerukan agar media berperan aktif dalam menyuarakan isu lingkungan dan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret, termasuk penegakan hukum terhadap perusakan hutan, serta upaya restorasi habitat satwa liar.

Baca Juga  Ketua DPD LSM BARA-API Riau Jasril Rz, Angkat Suara dan Akan Lakukan Aksi Apabila Hak Plasma 20 Persen Warga Diabaikan.

“Perlu ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media untuk menekan laju kerusakan hutan. Kita juga harus mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.

Ia berharap insiden-insiden perjumpaan manusia dengan harimau tidak berujung pada konflik yang merugikan kedua pihak, melainkan menjadi titik tolak bagi upaya lebih serius dalam pelestarian lingkungan hidup di Riau.(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *