Riau-99news.id – Inhu -Insiden Penganiayaan Buruh oleh oknum yang diduga Pemiliki saham Tambang Batu andesit dan Batu koral berujung laporan ke pihak Kepolisian.
Menurut Bahrum setio ketua Federasi Transportasi dan Angkutan ( FTA) serikat Buruh seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Inhu pada Selasa 29/9 mengatakan Bahwa anggotanya yang bernama Akmal telah dianiaya oleh seseorang yang bernama Khairul.
Kejadian ini terjadi pada Senin 28/9/26 sekira pukul 18.30 wib , di pos tempat anggota FTA SBSI berkumpul yakni dijalan poros keluar masuk mobil tambang batu koral Didesa Seberida kecamatan Batang gansal.
Kejadiannya sangat Ironi tatkala anggota kita lagi istirahat dan sedang makan nasi bungkus, datang sekelompok orang sekitar 6 orang mengobrak abrik dan membubarkan anggota kita hingga nasi dan dokumen berserakan hingga berhamburan, bahkan Nasi yang sedang dimakan juga berserak dan tak bisa lagi dimakan.
Selain itu orang yang bernama Khairul memukul kepala anggota saya hingga memar, dan hari itu juga kita laporkan ke Mapolsek Batang Gansal guna di proses sesuai hukum yang berlaku.
” Kita Minta Agar pihak penegak hukum dalam hal ini Polsek Batang Gansal agar memproses perlakuan Tindak Pidana Penganiayaan dan minta pelaku segera di tangkap” ungkap Bahrum Sitio.
Sayangnya pihak terduga (Khairul) hingga saat berita ini dinaikkan belum bisa di konfirmasi dan belum bisa dimintai hubungi.
Kapolsek Batang Gansal Iptu Jimmy lano didampingi Kanit Intelnya Robin Purba dikonfirmasi Selasa 29/9/2026 dikantornya jalan lintas timur Kecamatan Batang Gansal, membenarkan telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.
” Ya kita sudah menerima laporan tersebut dan kita telah berikan surat tanda bukti lapor , atas nama pelapor yang bernama Akmal” ujar Kapolsek Batang Gansal.
Dijelaskan Kapolsek, tentunya dengan laporan ini kita selanjutnya tetap proses dan akan memanggil saksi saksi terlebih dahulu dan tentunya pemanggilan ini berproses sebab menurut informasi saksi saksi lebih dari satu orang, dan semua saksi akan kita panggil, dan perlu diketahui juga hasil visum saudara Akmal lagian belum keluar , jelasnya (***)





